Amerika serikat tumbuh menjadi negara yang penuh kontroversi. Alih-alih mendeklarasikan diri sebagai negara yang menjunjung tinggi hak kemerdekaan manusia. Amerika justru banyak melakukan pembantain berdarah, baik pembantaian atas penduduknya sendiri atau penduduk diluar Amerika. Perbudakan orang kulit hitam, rasialisme Ku Klux Klan, pengusiran dan pengahncuran suku Indian, penyebaran senjata biologis merupakan sebagaian kecil sisi gelap Amerika.
Ini adalah dosa besar baik yang telah terwacanakan sebagai kebenaran atau yang masih berwajah samar. Karena Amerika Serikat sungguh pandai menyembunyikan bangkai, bau busuk yang menguar keudara pun bisa tercium wangi di hidung. Sama halnya seperti dilakukan IMF dan Bank Dunia selama ini.
Perang telah berkecamuk dikawasan Timur Tengah, kekacauan terjadi hampir di seluruh dunia, tidak sedikit negara-negara mengalami krisis. Siapa sebenarnya dalang dari semua ini?
Surat Penyesalan Alber Einstien
Formula e=mc2 menunjukkan bahwa massa dapat diubah menjadi energi dan energi bisa diubah ke massa. Dengan mengetahui seberapa besar energi yang akan dilepas jika sejumlah massa dikonversi ke energi, maka rumus ini telah digunakan berulang kali. Ironisnya, rumus ini juga digunakan oleh Julius Robert Oppenheimer sebagai dasar untuk membuat bom atom.
Benar bahwa Einstein pernah mengatakan tentang kemungkinan pembuata bom atom. Tapi, penemu bom atom adalah Oppenheimer bukan lah Albert Einstein.
Menyusul perkembangan politik internasional yang mengkhawatirkan, khususnya yang berkaitan dengan kemungkinan Nazi Jerman membuat senjata atom melalui pemurnian uranium-235, sejumlah ilmuwan terkemuka termasuk Einstein, lalu menulis surat kepada presiden AS Franklin D. Roosevelt pada 2 Agustus 1939. Dalam surat itu sumber energi utama dalam tempo tidak lama lagi.
Surat tersebut menunjukkan terbukanya kemungkinan pembuatan senjata atom dan sekaligus menekankan arti penting bagi AS untuk segera membuat senjata itu sebelum didahului Nazi. Gagasan itulah yang kemudian mendorong lahirnya Proyek Manhattan yang akhirnya menciptakan bom atom pertama.
Sehari sebelum Jepang menyerang Pearl Harbour, Presiden Roosevelt mengambil keputusan bersejarah untuk menganggarkan dana sebesar dua milyar dolar AS untuk memulai Proyek Manhattan. Proyek yang diperkuat oleh ilmuwan-ilmuwan paling cermelang ini ditugaskan meneliti dan memproduksi bom atom.
Proyek ini mendapat momentum besar ketika pada 1942 Pemerintahan AS mengangkat jendral Leslie Grove sebagai pemimpin proyek, sementara fisikawan muda cemerlang, Robert Oppenheimer, ditunjuk sebagai tim ilmiah. Didalam tim ini juga terdapat Niels Bohr, ilmuwan yang melarikan diri dari jerman karena takut akan disuruh membuat senjata atom untuk Hitler, dan Richard Feynman, ahli fisika yang pintar matematika. Setelah mendapat bahan bom yang dibutuhkan, para ahli yang terlibat dalam Proyek Manhattan berhasil membuat bom atom pertama didunia.
Nah, dalam urusan pembuatan bom atom ini lah Einstein sebenarnya kecewa dan sedih. Apalagi ketika bom atom kemudian dijatuhkan diatas kota Hiroshima dan Nagasaki setelah pengeboman Hiroshima, Einstein berkomentar, "Saya harus membakar tangan saya karena menulis surat kepada Roosevelt."
J.P. Morgan Menipu Nikola Tesla
Menurut William Lyne dalam buku Space Aliens from Pentagon, organisasi-organisasi rahasia di AS dan di luar negeri mengendalikan "Energi Bebas" yang secara alami terjadi dan sudah memegang serta mengenggam rahasia ini paling tidak selama 80-100 tahun. Kisah tentang Energi Bebas ini berkaitan dengan Albert Einstein dan Nikola Tesla.
Einstein terkenal dengan Teori Relativitas. Pada masa yang sama, hiduplah seseorang bernama Nikola Tesla. Dia datang ke AS pada awal 1900-an sebagai seorang ilmuwan dan penemu. Dia bertanggung jawab atas penemuan-penemuan besar, tapi tidak pernah tercantum dalam sejarah. Dia bertanggung jawab atas penemuan radio, televisi, lampu neon, dan fluorescent, helikopter, laser, partiken sunar, dan arus bolak-balik.
Kta Lyne, Tesla datang ke AS dengan memegang beberapa cetak biru untuk memungkinkan terwujudnya piring terbang (flying saucer) yang mampu terbang tanpa energi dari luar. Tesla berniat mempresentasikannya di Konvensi Jenewa sebagai usul solusi bagi perdamaian dunian dan pembebasan energi. Tesla juga mempunyai Teori Magnet, Anti-Gravitasi, dan bentuk-bentuk Energi Bebas lainnya.
Einstein bekerja di Kantor Paten Swiss ketika Tesla mengajukan hak-hak patennya J.P. Morgan lalu membiayai Westinghouse dan berupaya mengatur untuk mengamankan hak-hak paten Tesla lewat kesepakatan dan kontrak yang kontradiktif. Morgan memanfaatkan kedudukan Einstein di kantor paten untuk menghilangkan beberapa hak paten Tesla. Dia bahkan mengatakan bahwa Energi Bebas ini tidak akan digunakan dan dipromosikan di masyarakat karena tidak ada biaya. Sebagai gantinya, Teori Relativitas dari Einstein pun muncul dan Teori Gravitasi Dinamis dari Tesla mati suri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar